Selasa, 04 April 2017

Konfigurasi Ip Address pada Debian 8

Assalamuallaikum Wr.Wb.

Kali ini saya akan memberitahukan cara konfigurasi Ip Address pada debian 8.
Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pertama anda harus login dulu di debian.(ketika anda mengetikkan password, itu tidak akan terlihat, jadi ketikkan saja password dengan benar)
Gambar 2.1 Login

2. Inilah tampilan jika anda sudah login (tapi belum akses root)
Gambar 2.2 Tampilan sudah login

3. Supaya kita bisa akses root, ketikan su dan enter, lalu masukkan sandi anda.
(jika mau cepat pada login awal ketikan root tekan enter dan masukan sandi anda, maka akan langsung masuk akses root)
Gambar 2.3 Mengakses root

4. dan inilah tampilan yang sudah akses root (tanda # adalah akses sudah root)
Gambar 2.4 Tampilan sudah root

5. ketikan ifconfig (untuk mencek ip address)
Gambar 2.5 Mengetahui IP Address

6. pada ikon yang ada pojok kanan bawah yang sudah di beri tanda klik kanan, lalu pilih network settings dan tekan enter.
Gambar 2.6 Membuka network setting yang ada pada VirtualBox

7. Pilih Host-only Adapter pada Attached to, dan name pilih VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter dan klik ok.
Gambar 2.7 Memilih network

8. Ketikkan nano /etc/network/interfaces, lalu tekan enter
Gambar 2.8 Mengetikkan nano /etc/network/interfaces

9. Inilah tampilan setelah menekan enter. Hapus allow-hotplug ganti auto,
Dan pada iface eth0 inet dhcp hapus dhcp ganti dengan static. (Lihat pada gambar 2.10)
Gambar 2.9 Tampilan untuk mengatur IP Address

10. Setelah mengubah seperti tampilan dibawah, tekan enter dan tekan tab lalu ketikkan “address 192.168.10.1” lalu tekan enter dan tekan tab ketikkan “netmask 255.255.255.0”.
Lalu tekan ctrl+x, lalu tekan y dan kemudian tekan enter.
Gambar 2.10 Mengatur IP Address dan netmask

11. Lalu kita restart networknya dengan cara mengetikkan /etc/init.d/networking restart dan tekan enter, dan selesai.
Gambar 2.11 Merestart network

12. Kita cek apakah IP Address sudah terganti dengan cara mengetikan ifconfig.
Gambar 2.12 Mengecek IP Address

13. Tampilan IP Address yang sudah terganti
Gambar 2.13 IP Address sudah terganti

14. Cari logo wi-fi dan klik kanan dan pilih/klik open network and Sharing center
Gambar 2.14 Membuka open network and sharing center

15. Dan akan muncul tampilan seperti ini, lalu klik change adapter settings
Gambar 2.15 Mengklik change adapter settings

16. Lalu cari tampilan seperti dibawah.
Gambar 2.16 Mencari VirtualBox Host-Only Network

17. Setelah menemukan lalu klik kanan dan pilih properties.
Gambar 2.17 Membuka properties

18. Dan cari internet protocol Version 4 (TCP/Ipv4), lalu klik properties.
Gambar 2.18 Membuka properties pada Ipv4

19. Lalu kita masukkan IP Addressnya menjadi 192.168.10.2 (karena tadi sudah 192.168.10.1) dan subnet masknya 255.255.255.0 lalu tekan enter atau klik ok,
Dan sudah selesai mengkonfigurasi IP Address.
Gambar 2.19 Memasukkan IP Address

20. Lalu kita tes terhubung atau tidak dengan mengetikkan ping 192.168.10.1 pada CMD , lalu tekan enter. (tampilan sudah terhubung)
Gambar 2.20 Mengetes terhubung atau tidak di CMD

21. Dan kita tes lagi di Debiannya apakah juga terhubung, dengan cara mengetikkan ping 192.168.10.2. (tampilan sudah terhubung)
Gambar 2.21 Mengetes terhubung atau tidak di Debian

Sekian tutorial dari saya, Semoga bermanfaat.
Wassalamuallaikum Wr.Wb.

Cara Installasi Debian 8 via(lewat) VirtualBox

Assalamuallaikum Wr.Wb.

Kali ini saya akan memberitahukan cara installasi debian 8 via(lewat) VirtualBox.
Oke langsung saja!
Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pertama buka aplikasi/software VirtualBox

Gambar 1.1 Membuka software Virtual box

2. Klik New/Baru

Gambar 1.2 New/Baru

3. Isikan Nama(terserah), type Linux(karena ingin menginstall debian), dan versinya debian (64-bit), lalu klik Next

Gambar 1.3 Mengisi nama, type, versi 

4. Tentukan RAM yang ingin dialokasikan pada VirtualBox, lalu klik next.
(saya menentukan berdasarkan warna hijau)(disarankan 1024 mb)

Gambar 1.4 Mengalokasikan RAM

5. Pada tampilan ini langsung pilih create saja

Gambar 1.5 Hard disk

6. pada tampilan ini pilih Next

Gambar 1.6 Hard disk file type

7. pada tampilan ini pilih next juga.
Gambar 1.7 Storage on physical hard disk

8. Tentukan harddisk yang ingin dialokasikan pada VirtualBox, lalu pilih create.
(saya menentukan 15,00 GB)(disarankan 8,00 GB).

Gambar 1.8 Ukuran harddisk yang ingin dialokasikan

9. Lalu akan muncul tampilan seperti ini

Gambar 1.9 Tampilan sudah jadi

Langsung saja klik settings

Gambar 1.10 Klik settings

10. Pada tampilan ini klik storage, klik Empty, klik logo cd lalu cari file debiannya.

Gambar 1.11 Memasukkan file debian

11. Jika sudah klik ok
Gambar 1.12 Tampilan file sudah dimasukkan 

12. Lalu klik start/mulai.(tunggu)

Gambar 1.13 Memulai proses

13. Pilih install, lalu tekan enter.

Gambar 1.14 Proses menginstal

14. Pilih bahasanya, lalu tekan enter.
(saya memilih bahasa Indonesia, karena saya tinggal di Indonesia)

Gambar 1.15 Bahasa

15. Pilih Ya, lalu tekan enter.

Gambar 1.16 Yakin dengan bahasa yang dipilih 

16. Lalu pilih lokasi untuk menentukan zona waktu, lalu tekan enter.(saya memilih indonesia)

Gambar 1.17 Lokasi zona waktu

17. Pilih keyboard, pilih Inggris Amerika (karena Indonesia belum membuat keyboard), lalu tekan enter, dan tunggu hingga proses selesai.

Gambar 1.18 Memilih keyboard

18. Pada tampilan ini langsung pilih lanjutkan saja.(karena saya tidak menggunakan server DNS.

Gambar 1.19 Alamat server DNS

19. Isikan terserah anda, lalu pilih lanjutkan.(tidak boleh menggunakan spasi)

Gambar 1.20 Nama host

20. Isikan domain, lalu pilih lanjutkan.

Gambar 1.21 Nama domain

21. Isikan kata sandi root, lalu pilih lanjutkan.
(jangan sampai lupa-gunakan kata sandi yang mudah di ingat)

Gambar 1.22 Kata sandi root

22. Masukkan sekali lagi, lalu pilih lanjutkan.

Gambar 1.23 Memastikan kata sandi root

23. Isikan nama terserah anda, lalu pilih lanjutkan.

Gambar 1.24 Nama lengkap dari pengguna baru

24. Isikan nama sebaiknya diawali dengan huruf kecil, lalu pilih lanjutkan.

Gambar 1.25 Nama untuk akun

25. Masukkan kata sandi, lalu pilih lanjutkan.

Gambar 1.26 Kata sandi pengguna baru

26. Masukkan kata sandi yang tadi anda masukkan, lalu pilih lanjut.

Gambar 1.27 Verifikasi kata sandi

27. Pilih zona waktu, lalu tekan enter.(tunggu proses hingga selesai)
(saya memilih WITA, karena saya bertempat tinggal di Banjarmasin-Kalsel)

Gambar 1.28 Memilih zona waktu

28. Pilih terpandu – gunakan seluruh harddisk, lalu tekan enter.

Gambar 1.29 Memilih metode pemartisian

29. Langsung saja tekan enter

Gambar 1.30 Memilih harddisk yang akan dipartisi

30. Pilih semua berkas di satu partisi(disarankan untuk pemula) lalu tekan enter.

Gambar 1.31 Memilih pola partisi

31. Pilih selesai mempartisi, lalu tekan enter

Gambar 1.32 Memilih selesai mempartisi

32. Pilih Ya, lalu tekan enter.(tunggu proses hingga selesai)

Gambar 1.33 Tuliskan perubahan yang terjadi pada harddisk

33. Pilih tidak, lalu tekan enter.

Gambar 1.34 Memindai CD atau DVD lainnya

34. Pilih Tidak, lalu tekan enter.(tunggu proses hingga selesai)

Gambar 1.35 Menggunakan jaringan cermin

35. Pilih Tidak, lalu tekan enter.(tunggu proses)

Gambar 1.36 Ikut berpartisipasi

36. Lalu pilih sesuai kesukaan anda(untuk memilih tekan spasi), lalu tekan enter.{tunggu proses} (Paling atas untuk tampilan dekstop/GUI[Graphical User Interface])-(Saya memilih yang paling bawah untuk berbasis teks/CLI[Command Line Interface])

Gambar 1.37 Memilih perangkat lunak yang ingin di instal

37. Pilih Ya, lalu tekan enter.

Gambar 1.38 Memasang boot loader

38. Pilih yang dibawah, lalu tekan enter.(tunggu proses)

Gambar 1.39 Piranti untuk pemasangan boot loader

39. Pilih lanjutkan dan tekan enter.(tunggu proses)

Gambar 1.40 Instalasi selesai

40. Inilah tampilan awal debian berbasis CLI (teks)

Gambar 1.41 Tampilan awal Debian berbasis CLI (teks)

41. Dan inilah tampilan jika sudah login. (ketikan exit untuk log out)

Gambar 1.42 Tampilan sudah login


Sekian tutorial dari saya, Semoga bermanfaat.
Wassalamuallaikum Wr.Wb.